KATA-KATA YANG DEEP WAKTU TADARUS

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana setiap perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya, begitupun sebaliknya. 

Selamat datang di blog aku
Aku cuma mau sedikit cerita tentang pengalamanku saat tadarus di musala beberapa hari yang lalu. 

Cerita ini berawal ketika semua jamaah sholat tarawih pulang dan hanya menyisakan beberapa orang yang akan tadarus, termasuk aku. 

Setelah menata meja dan mengambil al-Qur'an, B. Santi orang paling humoris di lingkunganku berkata, "Beh, kok ngantuk to aku (aduh, kok ngantuk ya aku)". Lalu B. Dewi yang juga akan tadarus menjawab ucapan B. Santi, "Lak ngantuk yo turu ae (kalau ngantuk ya tidur saja)"

Di sana aku hanya menjadi pendengar bersama ibu-ibu yang lain, yaa maklum saja teman-teman tadarusku memang ibu-ibu. Sampai suatu ketika kata-kata yang menurutku sangat bagus terdengar oleh telingaku. "La ngko lak aku turu, liane entok akeh aku gak entok opo-opo (nanti kalau aku tidur, lainnya dapat banyak aku tidak dapat apa-apa)", kata B. Santi. 

Hatiku terenyuh saat mendengar kalimat itu, dan masih terngiang-ngiang di kepalaku sampai saat ini. Setelah kupikir-pikir, memang benar apa yang diucapkan B. Santi. Kalau kita santai-santai dan hanya menuruti hawa nafsu, kita tidak akan dapat apa yang kita inginkan. 

Zona nyaman memang menyenangkan, tapi kalau kita terlalu lama stay di zona nyaman juga tidak baik. Kita tidak tahu apa yang dilakukan orang di luaran sana. Siapa sangka jika suatu saat, ketika kita keluar dari zona nyaman setelah sekian lamanya, kita melihat teman-teman kita yang mungkin dulunya kurang mengerti atau bahkan menyepelekan pelajaran sekarang menjadi lebih pintar dan bisa mengungguli kita. 

Jadi apapun godaan yang bisa membuat kita terjebak dalam zona nyaman harus kita lawan, minimal dengan memikirkan dampaknya. 

Oke, mungkin cuma ini ceritaku hari ini. Semoga terhibur dan bisa mengambil manfaatnya. Aku minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. 

Terima kasih sudah membaca  
Salam cinta dari Isnaaain

Komentar